Skip to content

Fase / Workflow

Menu Fase / Workflow digunakan untuk mendefinisikan tahapan-tahapan kerja dalam proses produksi pakaian. Dengan mengatur workflow yang jelas, perusahaan dapat melacak progres setiap perintah produksi (Production Order) secara real-time dari satu divisi ke divisi berikutnya.

Fase / Workflow digunakan untuk:

  • Menentukan urutan proses produksi (misalnya: Cutting $\rightarrow$ Sewing $\rightarrow$ QC $\rightarrow$ Finishing).
  • Memantau posisi atau status pengerjaan produk di tiap divisi.
  • Menghitung estimasi waktu pengerjaan pada tiap tahapan produksi.
  • Mengontrol hak akses atau penugasan kerja berdasarkan fase tertentu.

Halaman ini menampilkan daftar seluruh fase atau alur kerja produksi yang telah didaftarkan ke dalam sistem. Anda dapat melihat ringkasan data, mencari fase tertentu, serta beralih ke halaman detail atau form pengeditan.

Tampilan Daftar Fase/Workflow Gambar 1: Halaman daftar utama untuk memantau seluruh nama alur kerja produksi.


Jika pengguna ingin melihat informasi detail mengenai tahapan apa saja yang ada di dalam suatu workflow secara berurutan, pengguna dapat mengklik salah satu data pada daftar utama untuk membuka halaman detail.

Tampilan Detail Fase Gambar 2: Halaman detail untuk melihat urutan flow dan informasi lengkap dari workflow yang dipilih.


Menambahkan atau Mengubah Data (Form Editor)

Section titled “Menambahkan atau Mengubah Data (Form Editor)”

Untuk membuat workflow baru atau memperbarui tahapan yang sudah ada, sistem menyediakan halaman Form Editor yang interaktif.

  1. Untuk data baru, klik tombol Tambah pada halaman utama. Untuk mengubah data, klik tombol Edit pada baris data yang ingin disesuaikan.
  2. Isi atau perbarui data pada form Informasi Fase secara lengkap dan teliti.
  3. Klik Simpan untuk merekam perubahan ke dalam sistem.

Form Editor data Fase Gambar 3: Form editor untuk mengisi atau mengubah detail informasi alur kerja produksi.


Data yang wajib dan perlu dikelola pada form editor ini meliputi:

  • Nama Fase: Nama tahapan produksi (Contoh: Cutting, Sewing, QC, Packaging).
  • Kode Fase: Kode singkat unik untuk identifikasi fase di sistem (Contoh: CT, SW, QC, PK).
  • Urutan / Step: Angka penanda urutan alur kerja untuk menentukan posisi tahapan ini dalam rangkaian produksi.
  • Deskripsi / Catatan: Keterangan tambahan mengenai detail pekerjaan atau standar operasional prosedur (SOP) pada fase tersebut.
  • Status: Status keaktifan alur (Aktif/Tidak Aktif) agar bisa digunakan dalam modul manufaktur.